Mancing Bareng Ma Omah Fishing Club

Anggota Ma Omah Fishing Club foto bersama

Dalam rangka hari jadi Ma Omah Fishing Club, maka pada tanggal 21 April 2016 diadakan lomba ngotrek ikan kembung dan mancing bareng. Ada 28 pemancing yang di bagi 6 kapal untuk memeriahkan ulang tahun yang pertama ini.

Rabu malam tanggal 20 April 2016, markas  Ma Omah yang berada di Restoran Ma Omah – Bekasi, ramai di hadiri para angler anggota Ma Omah. Canda tawa dan cerita-cerita mancing menggalir menambah hangatnya malam itu. Begitulah suasana  menjelang keberangkatan para angler yang bergabung dalam Ma Omah fishing club.  Sebelum berangkat panitia  mancing bareng mengundi  penempatan kapal bagi para pemancing.

Kumpul bersama di markas Ma Omah

Pada undian kapal Saya berada di kapal milik kapten Beler bersama Pak Karsono, Pak Harto, Pak bagyo. Kapal kedua kapten Jodi ada pemancing : Yudi, Bambang, Herman dan Mulyono. Kapal ketiga kapten Sanusi ada pemancing : Mahfut. Andoko, Amshar dan Karta. Pada kapal keempat kapten Wawan ada pemancing: Saman, Abah, Ucu dan Hendar.  Pada kapal kelima dengan kapten Siman dengan pemancing: wasit. Amran , Jamhuri, Ade.  Kapal keenam dengan kapten Inen dengan pemancing : Dalang, Febri, Sumanto, Fuji, H. Muin.

Usai pembagian, Pak Harto selaku ketua Ma Omah fishing club memberikan arahan kepada anggotanya Ma omahFishing Club. “Kami mengucapkan syukur kepada Tuhan tanpa terasa perjalan klub kita Ma Omah fishing club ini telah  satu tahun.  Harapan saya selaku ketua semoga Ma Omah Fishing Club bukan hanya menjadi wadah saja namun terjalin rasa kekeluargaan antar anggota. Selamat mancing dan hidup Ma Omah Fishing Club,” kata Pak Harto memberi suppor kepada kami.

Juara 1 Tim kapten Wawan dengan pemancing Saman, Abah, Ucu dan Hendar.

uara 1 Tim kapten Wawan dengan pemancing Saman, Abah, Ucu dan Hendar.

Sebelum berangkat Pak Yudi membacakan aturan mancing bareng dan aturan lomba ngotrek ikan kembung. “jadi dalam lomba kali yang dihitung sebagai kategori ikan lomba hanya ikan kembung saja. Di luar ikan kembung meskipun besar tidak akan di nilai,” kata Pak Yudi menjelaskan criteria lomba.

Setelah doa bersama yang dipimpin H Muin kami semua berangkat menuju ke pantai Tanjung pasir Tangerang. Sebelum sampai Tanjung Pasir kami semua menyempatkan makan nasi uduk di perempatan pasar Teluk Naga sambil menunggu kawan-kawan yang datang belakangan.

Jam 4 pagi tanggal 21 April 2016 kami semua sudah siap di dermaga Tanjung Pasir. Enam kapal nampak sibuk  loading barang pemancing dan kami semua segera masuk ke  kapal karena hari itu mendung tebal serta mulai gerimis. Setelah lepas jangkar dan tak lama kemudian hujan deras mengguyur laut Tanjung Pasir, ya pagi itu udara sangat dingin dan air lautpun juga dingin.  “kalo suhu udara dingin ikan biasanya kurang makan, semoa tidak  ikan tetap makan,” kata saya dalam hati. Hujan itu membuat kami berlayar dengan hat-hati.

Juara 2 tim kapten Jodi dengan pemancing Yudi, Bambang, Herman dan Mulyono

Juara 2 tim kapten Jodi dengan pemancing Yudi, Bambang, Herman dan Mulyono

Dalam aturan trip mancing bareng kapal-kapal tidak boleh berpisah dan harus saling berdekatan. Maka dalam menuju lokasi mancing, 6 kapal selalu konvoi  beriringan. Spot pertama adalah kapal Solok yaitu sebuah spot tenggelamnya kapal Solok. Adanya bangkai kapal itu membuat spot kapal solok banyak di huni ikan. Kami semua parker berdekatan untuk memancing ikan kembung dengan cara kotrekan.

Saling berdekatan itu membuat kami saling ledekan, saling bercanda antara kapal satu dengan kapal lainnya.  Kami semua merasakan indahnya kebersamaan mancing kotrek.  Ketika umpan dimakan ikan kecil membuat membuat semua tertawa, semua senang.

Ketika ikan dirasa kurang makanin maka para peserta dan kru kapal meminta  pindah.  Kami pun pindah spot sebuah spot kedua. Di spot kedua awalnya kami banyak mendapat ikan, namun tiba-tiba ada kapal jarring sehingga hasil kurang spot kedua. “Pindah.. ikan gak makanin karena spot di jaring nelayan,” kata Pak Harto memberi pengumuman untuk pindah ke spot berikutnya.

Mendengar aba-aba pindah itu enam kapal kemudian mencabut jangkar dan berjala bersama untuk spot yang ketiga mengikuti kapal kapten Beler. Setengah jam kemudian sampai di spot dan kami semua mulai memancing kotrekan. Begitulah selanjutnya lomba mancing ngotrek berlangsung sangat seru.

Juara 3 tim kapten Siman dengan pemancing Wasit. Amran , Jamhuri, Ade.

Juara 3 tim kapten Siman dengan pemancing Wasit. Amran , Jamhuri, Ade.

Dipilihnya lomba mancing kotrek dalam mancing bareng Ma Omah ini karena memang mancing kotrekan sudah familiar dan sering dilakukan ketika mereka ngetrip ke Pulau Seribu. Soal mancing kotrekan adalah tehnik memancing dengan hanya menggunakan kail yang diberi rumbai-rumbai yang direnteng sebanyak 7 – 9 kail. Cara memancing cukup mudah dimana pemancing tinggal memainkan turun naik, gerakan kail yang berumbai itu dikira umpan rebon maka ikan-ikan kecil berlomba untuk menyantapnya.

Sampai batas waktu akhir lomba yaitu pukul 17.00 maka kini tinggal menentukan juara yaitu tim  yang terbanyak 1 sampai 3 mendapat ikan kembung.  Juara 1 diraih tim  Juara 1 Tim kapten Wawan dengan pemancing Saman, Abah, Ucu dan Hendar. Juara 2 tim kapten Jodi dengan pemancing  Yudi, Bambang, Herman dan Mulyono. Juara 3 tim kapten Siman dengan pemancing Wasit. Amran , Jamhuri, Ade.

Selama  lomba mancing dan mancing berjalan penuh keakraban antar anggota. Untuk menjaga kebersamaan semua hasil mancing di kumpulkan bersama dan di bagi rata untuk semua. Dalam lomba mancing bareng Ma Omah ini menitipkan kepada para peserta agar tidak membuang sampah sembarangan sesuai tema yang diusungnya “jagalah lautmu dengan hobimu”.Selamat ulang tahun Ma Omah.***mrk marcus

Comments

comments

Comments are closed.