Mengenang Masa Kecil Berburu Ikan Tawes

 

Sebelum saya mengulas tentang ikan bader, saya akan bercerita kedekatan saya dengan ikan ini. Ketika saya memancing di sekitar sungai Kalimalang  di Bekasi, tiba-tiba umpan saya disambar seekor ikan bader. Keberhasilan saya mendapat ikan bader membuat angan saya melambung jauh melintasi batasan waktu dan teringat masa kecil ketika saya mancing di hulu sungai Bengawan Solo, dimana saya sering mendapat ikan bader. Dulu, jika pancinger mendapat ikan bader akan bersuka  cita karena menu lauknya akan bertambah yaitu bader goreng. Rasanya ikan amat gurih dan renyah, apalagi jaman dulu, makan nasi dengan lauk ikan bader merupakan menu yang aduhai nikmatnya. Mungkin sama menurnya dengan anak sekarang yang memakan   fried chiken hehehe.

Mungkin pembaca akan bingung dengan penyebutan nama ikan bader. Nama ikan bader adalah sebutan para masyarakay jawa tengah dan Jawa Timur  terhadap seekor ikan yang terkenal di Indonesia yaitu ikan tawes. Ikan  Tawes (Barbonymus gonionotus) adalah sejenis ikan air tawar anggota suku Cyprinidae. Ikan ini merupakan salah satu jenis yang penting dan populer dikembangkan dalam akuakultur sebagai ikan konsumsi.

Secara alami tawes menyebar luas di  indocihina  dan daerah sunda - jawatengah timur. Telah dibudidayakan di kolam-kolam setidaknya semenjak abad ke-19, tawes juga diintroduksi  ke pulau-pulau lain; misalnya ke Sullawesi. Sementara, menurut catatan FAO, ikan ini juga diintroduksi ke Filipina (1956) dan ke India (1972).

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

ikan tawes hasil tangkapan kami #beritamancing

Ikan tawes memilik banyak nama. Di Malaysia disebut dengan nama ikan lawak, lalawak). Ditempat lain ikan juga namai turub hawu. Untuk daeah jawa memang ada yang menyebut tawes ada juga menyebut  bader. Ada juga yang menyebutnya lampam jawa. Dalam bahasa Inggris, ikan ini dinamai Java Barb, Silver Barb, atau juga Tawes. Seekor tawes dengan panjang tubuh hingga 45 cm pernah tertangkap di sebuah waduk di Thailand.

Di alam, tawes ditemukan hidup di jaringan sungai dan anak-anak sungai,dataran banjir, hingga kewaduk. Agaknya ikan ini menyukai air yang diam menggenang. Tercatat pula migrasi  ikan ini meski tidak terlampau jauh, yakni dari sungai besar ke anak-anak sungai, saluran, dan dataran banjir, khususnya di awal musim hujan. Penyebaran alaminya tercatat di  sungai mekong, chao phraya, semenanjung malaya, sumatera dan jawa.

Tawes bersifat herbivora, utamanya memakan tumbuh-tumbuhan seperti  Hydrilla, aneka tumbuhan air, dan daun-daunan yang terjatuh ke sungai. Meskipun demikian, tawes mau juga memangsa aneka invertebrata. Suhu air yang ideal untuk hidupnya antara 22-28 °C. *** Marcus

Comments

comments

Comments are closed.