Back To Nyobok

narsis dengan hasil yang kami peroleh
Setelah hampir 5 bulan lamanya, saya tidak memancing dengan tehnik Nyobok, di karenakan belajar casting dan masih boncos, ditambah lagi cuaca yang tidak bersahabat dikarenakan intensitas hujan yang tinggi membuat saya sejenak beralih casting. Akhirnya pada Minggu 03 April 2016 saya kembali ke asal saya mengenal mancing dengan tehnik nyobok.

 

Trip kali ini dimulai karena mendapat kabar bahwa sang target ikan nila di Waduk Kedung Ombo sudah mulai rame. Bersama teman grup 100 % Nyobok mas Tole Mardiyanto dan Budi, saya berangkat ke Waduk Kedung Ombo dengan tujuan Ndondong spot “ Terjun Payung “. Spot ini sangat berkesan bagi saya, karena di spot inilah saya pertama kali nyobok. Dan di spot ini masih jarang para pemancing dikarenakan jauh dan jalan yang dilewati pun jelek, makanya teman teman biasanya menyebutnya trip joundil – joundil. Andaikata ada pemancing di spot ini biasanya mereka lebih memilih pakai perahu daripada di tempuh dengan jalan darat atau naik motor.

Sensasi nyobok luar biasa

Perjalanan dimulai pukul 06.00 WIB dari warung makan mb Rose di perempatan Kacangan, warung ini menjadi tempat berkumpulnya para pemancing untuk membeli bekal makan pagi dan siang atau sekedar menunggu teman – teman. Kurang lebih setengah jam perjalanan dari perempatan Kacangan ke spot yang kita tuju, sampailah kita ke spot favorit “ Terjun Payung “. Sesampainya di spot saya agak terkejut karena ternyata debit air waduk belum naik sampai ke “ TIK ” ( tempat ikan kumpul ) yang biasa kita nyobok dan yang memancing nyobok pun sudah banyak.

 

Terpaksa kita mencari TIK baru lagi atau tepatnya di sebelah kanan TIK yang biasa kita pakai. “ Ngebom “ itu istilah yang kita pakai yaitu menaruh lumut atau umpan yang kita pakai ke dalam air tepat dimana kita akan memancing. Tehnik ini biasanya kita pakai sebelum kita mulai memancing nyobok dengan tujuan supaya umpan berada di dalam air sehinggga ikan nila yang berada didalam air berkumpul di satu titik yang kita bom tadi.

 

Setelah 1 jam lamanya kita menunggu akhirnya keseruan mulai terlihat, di awali dari mas Tole Mardiyanto yang strike pertama dengan ikan nila sebesar 4 jari, disusul saya yang mendapatkan strike yang lumayan gedhe. Saya begitu senang sekali karena sudah lama juga saya merasakan gablug atau boncos, akhirnya pecah juga ke boncosan saya. Pesta strike terjadi menjelang siang sampai sore hari, kita semua merasakan strike yang luar biasa. Sampai jam 16.00 WIB ikan nila masih mau makan lumut kita tapi karena kita sudah sepakat bahwa pulang jam 16.00 WIB maka dengan berat hati bercampur senang maka kita akhiri nyobok dan bersiap siap untuk pulang.

 

Pada akhirnya hasil yang saya dapat hari itu saya berikan kepada teman di tempat saya bekerja yang memang sudah lama request ke saya, kalau dapat ikan banyak mau diminta untuk dimasak asam pedas katanya. Terima kasih Tuhan atas Berkah Mu hari itu saya bisa melihat senyum bahagia sebuah keluarga karena hasil mancing saya***Mbak Nunu Nugraha

Comments

comments

Comments are closed.