Hunting Monster Fish at Kapuas River West Kalimantan

Sungai Kapuas, Kalimantan Barat masih banyak di huni ikan-ikan berukuran besar salah satunya adalah ikan tapah yang masuk dalam kategori spesies cat fish. Ikan tapah  (walego leery) di daerah Sungai Kapuas yang berhasil ditangkap nelayan  sebesar 70 kg lebih. Team Berita Mancing dengan  pemancing Marcus W Nugroho, Michael Jason, Andre Gumanti dan junior angler, Sean Alexander (usia 9 tahun) memburu ikan tapah hingga ke hulu sungai Kapuas dengan pemandu mancing Abas Okley dan Teddy Aig. Pada ekspedisi perdana Sean mendapat ikan tapah seberat 22 pound. Ia juga mendapat ikan karandang (Snakehead).

Sean Alexander  mendapat ikan tapah (walego leerry) seberat 22 pound
Sean Alexander dengan ikan kerandang (snakehead)

Pada ekspedisi kedua kami tetap semangat menyusuri Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Sebelum menyusui Kapuas kami berbelanja perbekalan di kota Pontianak Kalimantan Barat untuk memancing.. Selain perbekalan makan, kami juga sempat menikmati makanan khas kota Pontianak yaitu roti cae. Roti cae dimakan dengan kuah masakan daging, ayam dan telur. Breakfast roti tradisional cukup membuat kami kenyang. Usai sarapan kami kembali ke pangkalan boat untuk melanjutkan perjalanan menyusuri sungai Kapuas.

Roti Cae
Breakfast roti cae sebelum ekspedisi
From Pontianak City go to fishing spot

Setelah menempuh perjalanan melalui speed boat selama dua jam, akhirnya kami mulai memasuki hulu sungai Kapuas. Di sini kami mulai memancing casting dengan menggunakan lure. Boat Rapala 1 ada Michael Jason, Sean Alexander, Teddy Aig, sedangkan untuk boat Rapala 2 ada saya Marcus W Nugroho, Andre Gumanti dan Abas Okley.

Di
Boat Rapala 1 casting menyusuri hulu sungai

Selama 2 jam kami casting namun kami hanya mendapat dua sambaran ikan namun sayang ikan tidak terlepas. Selanjutnya kami tiba salah satu warga pedalaman yang kami pergunakan sebagai  base camp. Di rumah warga pedalaman tepi sungai Kapuas inilah kami menurunkan perbekalan makan dan minum.Pak Sur pemilik rumah menyambut kami dengan akrab bagaikan sebuah keluarga sendiri.

Rumah penduduk tepi sungai kapuas hulu sebagai base camp kami
Kelurga Pak Sur menyambut kami dengan akrab
Memasak air untuk minum  kopi dan minum teh
Setting fishing tackle at base camp
Persiapan memancing ke hulu sungai Kapuas berangkat dari base camp

Kami melanjutkan perjalanan menuju ke hulu sungai. Air sungai sangat jernih namun berwarna coklat karena terpengaruh oleh hutam rimba yang masih lebat. Di tepi sungai terdapat rumput-rumput tinggi yang merupakan sarang-sarang ikan besar. Kami terus menggempur sarang ikan dengan casting lure. Saya memakai minnow lure yang belum ada warna dan hanya dikasih warna putih saja. Sebenarnya minnow itu merupakan prototive minnow kreasi  tm Popper yaitu produsen popper dan minnow asli buatan Indonesia. Melihat aksi minnow yang saya pakai, maka Pak Abas Okley dan Kapten Boat Dadang terpana aksinya yang meliak liuk. Mereka berdua yakin bahwa saya akan mendapat banyak strike dengan umpan tersebut. Benar saja saya berhasil mendapat ikan tapah dengan size besar. Kami semua senang/

Ikan tapah yang saya dapat dengan minnow TM (foto ga bisa di putar hahaha)
minnow TM . order : Marcus 0821 1493 4423 email: beritamancing@gmail.com

Usai saya mendapat ikan tapah besar menggunakan minnow TM yang belum diberi warna, tiba-tiba Sean di kapal Rapala 1 berteriak kegirangan karena umpan disambar ikan, Bocah cilik itu sangat lihai dalam bertarung dengan ikan. Seekor lais tembiring yang terkenal ikan yang memiliki harga tinggi itu bisa di naikan. "Wowww mantaaap...!" teriak Sean Alexander sambil menunjukan ikan kepada saya. hemmmm emang mantaaaap.

Sean Alexander menunjukan ikan lais tembiring. Mantaaap.

Comments

comments

Comments are closed.