Ikan Mahseer Harta Karun Sumatera Barat

IKAN GARIANG MAHSEER

Ikan gariang atau ikan mahseer masih banyak di Sumatera Barat

Ikan gariang atau yang dikalangan angler dikenal dengan nama ikan mahseer masih banyak di temukan di sungai-sungai Sumatera Barat. Kearifan lokal warga Sumatera yang menjaga sungai dan ikannya dengan adanya adat yang dikenal dengan nama lubuk larangan, merupakan benteng yang efektif untuk menjaga kelestarian ikan dan keindahan sungai. Di lubuk-lubuk larangan inilah ikan-ikan gariang tumbuh beranak pinak tiada yang menggangu dan mengusiknya.
Saya bangga tinggal di Sumatera Barat yang memiliki geografis wilayah pegunungan, lembah, sawah nan hijau dengan sungai gunung yang jernih dan mengalir tiada henti-hentinya. Alam pedesaan dengan penduduk yang ramah dan religius membuat saya bangga banget tinggal di negeri ini terutama Sumatera Barat.
Rata-rata semua sungai yang ada di Sumatera Barat masih ada ikan gariang atau ikanmahseer. Say tahu bahwa dikalangan angler bahwa ikan mahseer merupakan ikan yang menjadi idola dan didambakan para angler sungai. Boleh saya ibaratkan bila di laut yang menjadi idola adalah ikan marlin karena memang susah untuk mencari lokasi dan saat fightingnya. Atau boleh saya umpamakan bahwa ikan mahseer ini setara dengan harimau sebagai raja rimba.Untuk menemukan ikan marlin dan harimau liar bukan pekara yang gampang dan diperlukan perjuangan yang tinggi.

IKAN MAHSEER SUMUT
Lalu bagaimana dengan ikan mahseer? Apa diperlukan perjuangan yang tinggi untuk mendapatkan ikan ini. Bila yang menjawab pancinger di luar Sumatera Barat dan yang pernah say abaca dari berbagai literature mancing untuk berjumpa dengan ikan mahseer seorang pancinger harus berjuang menembus hutan rimba dan baru memancingnya. Ya ikan mahseer hidup di hulu sungai nan jernih. Saya banyak lihat postingan angler di pedalaman Kalimantan barulah bertemu mahseer. Atau kalo di luar negeri di pegunungan Himalaya barulah ketemu ikan ini.
Kembali saya harus bersyukur dengan kearifan lokal warga Sumatera Barat yang hidup sekitar sungai, dimana mereka melakuan perjanjian adat mengenai pelestarian ikan yang dikenal lubuk larangan. Warga membawa pemuka masyarkat untuk membuat territorial sungai yang dijaga secara magis oleh pemuka masyarakat. Ikan yang ada di territorial itu tidak boleh diambil. Bila ada yang sengaja mengambil ikan tanpa restu dari pemuka adat maka orang itu akan mendapat tulah (kutuk) yang menyebabkan dirinya terkena penyakit. Cara ini sangat efektif menjaga keberadaan ikan di sungai. Adat ini memang sudah turun temurun dari jaman penjajahan Belanda hingga sekarang.

RIAN MAC

Ikan gariang si ikan raja rimba tetap terjaga keberadaannya

Suatu kali saya ingin memancing ikan di sungai di salah satu kabupaten di Sumatera Barat. Saya tahu bahwa sungai terdapat lubuk larangan yang tidak boleh dipancingi. Lalu saya meminta petunjuk kepada pemuka adat, dimana saya bisa memancing tetapi tidak melanggar adat?
Saya berkeyakinan bahwa dengan izin dan niat baik baik pastilah pemuka adat dan warga mengizinkan saya. Lalu mereka member ijin dan saya memancin ikan ini di luar dari lokasi larangan tersebut, yang mana pada awal nya kami dilarang untuk memancing disana, namun berkat hubungan silaturahmi saya dengan penduduk baik, akhirnya saya diperbolehkan untuk memancing ikan ini. Saya meyakinkan warga dan pemuka adat dengan menjanjikan semua yang saya dapat akan selalu saya rilis. Lalu mereka memberikan kami izin memancing dengan memberikan berupa sumbangan untuk kampung dan mesjid. Meski sudah mendapat ijin warga tetap selektif dan mengawasi kami saat mancing. Kepercayaan yang diberikan warga itu bagaikan anugerah yang tak akan saya nodai dengan cara mengambil ikan. Bagi saya justru berniat baik bagaimana untuk mempromosikan kepada dunia bahwa di Sumatera Barat masih banyak mahseer tanpa merusak alam dan adat.
Teknik yang pernah saya coba disini, dengan menggunakan teknik casting memakai lure spoon dan juga minnow. Dan saya juga pernah memancingnya dengan teknik fly fishing menggunakan flies "dry fly" dan copper jhon.
Sungguh berbahagia saya bisa bermain dengan “Raja Ikan Rimba” si ikan gariang yang menjadi dambaan angler seluruh dunia.***Rian - Koresponden Berita Mancing dari Sumatera Barat.

Comments

comments

Comments are closed.