Supermoon and super strike di Makassar

Trip King Halim Fishing Club

Super moon and super strike di Makassar

Pada tanggal 14 November 2016 dalam tata surya  terjadi bulan purnama yang terdekat di muka bumi, sehingga bulan terlihat sangat bulat dan terang atau yang disebut dengan istilah super moon. Untuk menikmati fenomena alam ini tim King Halim Fishing Club mengadakan trip mancing ke Makassar. Para angler yang ikut dalam trip ini adalah Mr Wanto, Mr. Mario, Mr. Ade, Ms. Pauline, Mr. Marcus Berita Mancing. Dengan menggunakan boat Pearl Ocean dengan kapten Andre kami pun meluncur ke arah timur kota Ujung Pandang Makassar tepatnya Takarewataya.

Selesai loading barang jam 7.20 kapal mulai berjalan meninggalkan pelabuhan Popsa Makasar. Kapten Andre menancap gas melaju dengan kecepatan 30 knot,  menuju ke arah timur laut. Spot yang akan di tuju adalah spot  taka rewataya.  Jarak taka rewataya sekitar 32 mil laut, jika di tempuh dengan menggunakan speed boat dengan kecepatan 30 knot sekitar 4 jam, namun jika di tempuh dengan menggunakan kapal kayu yang memiliki kecepatan 7 knot maka bisa ditempuh dalam waktu 15 jam.

Siang pukul 11.30 kapal Ocean Pearl sampai di spot Taka Rewayata, kemudian labuh jangkar. Beberapa abk lantas menurunkan umpan dan mengetes kencang tidaknya arus laut. “Arus kencang. Pemberat j 12 hanyut, tambah pemberat lagi, mainkan timah J16 agar sampai dasar,” kata Ricky.

Melihat arus sangat kuat maka para angler mengubah pemberat menjadi J16.  Mancing dasar dengan arus kencang memang tidak enak namun apa boleh buat kami semua tidak ada pilihan untuk memancing. Mario pemancing asal Finlandia merasakan bahwa umpannya di sambar ikan dan ia pun menyentaknya. “Strike..” kata Mario sambil menggulung reel. Ketika ikan sampai permukaan ia tersenyum riang ketika seekor kerapu lodi berhasil di naikan.

Setelah dibuka dengan perolehan pertama dari Mario, lantas terjadi parade strike. Semua angler merasakan betapa senangnya lantaran ikan bertubi-tubi menyambar. Yang paling senang dan menikmati tarikan ikan adalah Ibu Pauline. Ia tiada henti tersenyum riang lantaran ia bolak balik mendapat ikan dari wakung, sawo, kakap hingga kurisi. Ladies angler asal Surabaya ini sangat lihai memancing dan menikmati tarikan demi tarikan ikan yang di dapat.

Hari semakin sore dan didalam satu spot kami mendapat ikan-ikan table size yaitu 1 – 4 kg sangat banyak sekali. Menjelang matahari mau tenggelam  tiba-tiba joran milik ibu Pauline mengangguk angguk. Melihat hal ini Ibu Pauline mengambil joran di rod holder kemudian mulai berduel.

Dengan sekuat tenaga Ibu Pauline mulai fighting. Ikan Nampak liar dan bertenaga dihadapai dengan kekeuatan dan kesabaran, Ketika ikan tidak melawan maka Pauline mengggulung dengan berirama menaikan joran dan menurunkan disertai menggulung reel. Cara ini dilakukan secara terus menerus sampai akhirnya ikan sampai ke permukaan.

“Amberjack besar..!” teriak abk girang. Setelah mendekat kapal akhirnya ikan amberjack berhasil di naikan ke kapal. Semua merasakan kebahagian lantaran Ibu Pauline mendapatkan amberjack yang mana ikan amberjack terkenal ikan yang memiliki tenaga yang sangat kuat. Setelah amberjack Pak Wanto mendapat ikan giant trevally. Hem trip kali memang luar biasa, sampai sore menjelang malam kami mendapat banyak ikan.

Pada sore hari kami tidak memancing melainkan menikmati matahari terbit dari atas kapal. Di sana kami terdiam melihat pesona alam dikala matahari terbenam. “luar biasa indahnya. Nanti dari atas kapal ini  juga akan menyaksikan purnama paling sempurna,” kata saya kepada kawan-kawan.

Matahari terbenam bertanda malam datang. Para kru kapal mulai menyalakan lampu sorot yang dipasang kanan kiri kapal agar ikan ngumpul. Beberapa kru kapal membuat setting untuk mancing ikan predator malam seperti escolar, baracouta/layur, dogtoothtuna, dan ikan dasar lainnya. Berbeda dengan siang hari bahwa umpan yang di pakai adalah ikan layang utuh yang besar.

Memburu ikan besar diperlukan kesabaran dan kekuatan. Malam makin larut namun tidak ada sambaran sama sekali. Dalam menunggu sambaran itu kami semua menikmati sinar bulan purnama. Bulan itu bulat dengan sinarnya yang terang membuat kami seolah olah mancing di sore hari saja. Ya sungguh beruntung kami bisa menikmati fenomena supermoon di tengah samudera sehingga bisa merasakan langsung indahnya purnama.

Saat menikmati purnama tiba-tiba joran milik Ricky mengangguk angguk. Ia segera menyentak dan mulai fighting. Woww seekor baracouta berhasil landing. Keberhasilan mendapat baracouta menandakan bahwa spot kami sudah tepat dan di bawah pasti ada monster escolarnya.

Makin malam strike demi strike ikan besarpun terjadi. Ikan ruby snapper berhasil kami dapatkan banyak sekali. Ukuran ruby snapper cukup besar. Makin malam ikan besar banyak memakan ikan kami. Bahkan seekor ikan kerapu besar kami dapatkan.

Sampai pagi kami harus selesaikan trip malam purnama ini dan kami harus meluncur kembali ke Makassar. Dalam perjalanan pulang kami sempatkan mampir di pulau Baracandi untuk merayakan ulang tahun Mario di pulau itu. Yang paling berkesan adalah ketika kami sampai di pulau Baracandi disambut warga dengan antusias yang membuat kami bertambah tambah suka cita.***mrk

Comments

comments

Comments are closed.