Teknik NYOBOK asli Solo

12552784_1547513702230868_5028682111121557028_n

Solo Punya Cara dan Cerita

Artikel ini diambil dari group NYOBOK di FB

Asal mula :

Solo …. adalah salah satu kota budaya di Jawa Tengah yang dikelilingi banyak waduk dan dahulu terkenal dengan sektor pertaniannya, sehingga masyarakat solo tidak asing lagi dengan hobi mancing. Di kota yang terkenal dengan pasar  “Klewer”nya ini ada satu teknik mancing yang agak unik yaitu teknik ngoyor atau NYOBOK.

Mungkin karena dari kata dasar dalam bahasa jawa ‘obok’ yg berarti memasukkan sebagian anggota tubuh di dalam air maka pemancing-pemancing di kota solo menyebutnya dengan istilah NGOBOK atau NYOBOK. Asal muasal teknik mancing berendam setinggi dada  ini dikarenakan banyak spot waduk atau rawa di sekitaran Solo, mempunyai karakter permukaan tanah yang landai dan banyak tumbuhan-tumbuhan air seperti ganggang, enceng gondok dan teratai sehingga  tidak memungkinkan kalau melempar umpan lumut dari tepi/pinggiran waduk.

Kapan :

Kira-kira sudah 20 tahun yang lalu mania mancing Solo mengenal teknik ini dan sampai sekarang penulis belum mengetahui siapa yg memulai dan mengajarkan teknik mancing sambil berendam ini. Pada dasawarsa  terakhir ini banyak pemancing-pemancing kota Solo mengaplikasikan teknik ini di waduk-waduk seputaran jawa tengah seperti waduk Kedung Ombo di Boyolali, Waduk Gajah Mungkur di Wonogiri dan Waduk Wadas Lintang di Wonosobo. Walaupun waduk-waduk tersebut tidak banyak tanaman airnya,  mania mancing ini tetap menggunakan teknik ini .

Sensasi nyobok luar biasa

Alasan :

Mencari titik ideal, dimana tempat ikan nila berkumpul. Biasanya di bawah tumbuhan-tumbuhan air dengan kedalaman 1 - 1,5m.

NYAMAN karena berendam setinggi dada membuat anggota badan terbebas dari gaya gravitasi sehingga badan tidak cepat lelah.

Dingin. Dengan Nyobok pemancing tidak terkena sengatan matahari pada tangan dan kaki, untuk kepala disarankan menggunakan buff/slayer, topi dan kacamata uv.

Lebih peka terhadap Cuaca. Dengan teknik nyobok pemancing akan lebih peka terhadap kondisi air, dimana air sedang dingin atau hangat. Karena ikan nila cenderung tidak nafsu makan jika kondisi air dingin biasanya dimusim pancaroba.

Hemat biaya. Dengan teknik nyobok pemancing tidak perlu menyewa kapal atau rakit, ongkos sewa rakit sekitar 5ribu-10ribu.

Tidak mudah haus. Pemancing tidak merasakan haus karena badan menjadi dingin menyesuaikan air, tetapi menjadi dilema karena sering buang air kecil maka disarankan tetap banyak minum air putih untuk menghindari dehidrasi.

narsis dengan hasil yang kami peroleh

RESIKO

Tenggelam. Pemancing nyobok disarankan menggunakan pelampung dan bisa berenang.

Gatal. Setelah berendam dari pagi sampai sore biasanya pemancing akan merasakan gatal di bagian kulit tertentu pada malam harinya. Disarankan untuk mengolesi kulit dengan minyak gosok atau obat nyamuk oles sebelum mancing. Untuk mengurangi rasa gatal setelah nyobok disarankan menaburkan bedak atau minyak gosok. Menurut testimoni pemancing nyobok hanya merasakan gatal pada awalnya, setelah 2 atau 3 kali nyobok tidak akan terasa gatal.

Target :

Memancing dengan teknik ini targetnya adalah ikan nila atau bahasa latinnya Oreochromis niloticus, dan dalam bahasa inggris dikenal sebagai Nile Tilapia.

Umpan :

Dengan umpan lumut sawah atau sungai pada musim kemarau. Tetapi pada musim hujan karena aliran deras dan lumut banyak yang hanyut para pemancing mengandalkan penjual-penjual lumut di sekitaran waduk. Kebanyakan penjual lumut di Solo disuplai dari daerah Pengging Boyolali, Janti dan Ponggok Klaten,  karena daerah tersebut banyak sekali mata air sehingga penduduk lokal banyak yg membuat kolam di bawah mata air untuk budidaya lumut.

ADA DUA JENIS LUMUT:

 

Peralatan :

Tegek. Pemakaian joran jenis tegek ini dengan maksud bisa meletakkan umpan dengan perlahan sejauh mungkin dengan jarak pemancing, sehingga ikan juga tidak takut untuk mendekat. Meletakkan umpan lumut perlahan ke air dimaksudkan supaya lumut tidak lepas dari mata kail. Dalam pemilihan tegek juga di sesuaikan dengan lokasi mancing kita. Misalnya di tempat banyak tumbuhan air, maka kita pilih tegek yang kaku tidak terlalu panjang, kebanyakan menggunakan tegek 3 - 3.5m.

Sedangkan untuk lokasi terbuka seperti waduk atau danau kita pergunakan tegek dengan ukuran yg panjang, kebanyakan pemancing menggunakan tegek 4,5m-6m bahkan ada yg 7m.

Untuk rangkaian pancing dari ujung adalah mata kail kemudian sekitar 10cm dari mata kail adalah timbel pemberat yg di bentuk memanjang sekitar 3cm dengan maksud akan lebih mudah melilitkan lumut pada mata kail. Diatas timbel pemberat kemudian ada pelampung yang di apit menggunakan stoper karet untuk mengatur kedalaman mata pancing dari permukaan air.

 

Begitu juga dalam pemilihan senar / line. Untuk senar kebanyakan penyobok menggunakan monofilament dengan ukuran antara 0.20mm – 0.25mm. Kenapa manggunakan jenis line yg kecil karena type makan ikan nila adalah dengan menghisap lumut, sehingga kalau kita menggunakan line terlalu besar di khawatirkan kail tidak mudah masuk ke mulut ikan. Tetapi pada akhir-akhir ini banyak pemancing  menggunakan line jenis PE  atau multifilament dengan ukuran 1-2, karena jenis line ini walaupun memiliki ukuran kecil namun memiliki kekuatan yang lebih dibanding bengan monofilament

Kepis. Sebagai tempat ikan hasil memancing

Ember. Untuk tempat umpan lumut sebuah ember perlu di modifikasi dengan ditambahkan gabus  dengan maksud bisa terapung dengan baik.

Tiang. Sebuah tiang pancang dengan panjang 1,5-2m untuk tempat menggantungkan kepis dan ember lumut.

Comments

comments

Comments are closed.